CAHAYASERELO.COM, Lahat - Kegiatan reses tahap II Anggota DPRD Kabupaten Lahat Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Tahun Sidang 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dan instansi teknis, khususnya dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan yang digelar di Kantor Camat Lahat pada Kamis (9/4/2026) ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari anggota DPRD, pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lahat, Dedi Fahlevi, M.Si., hadir sebagai narasumber utama untuk menyampaikan sosialisasi terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang akan berlangsung pada 1 Mei hingga 31 Agustus 2026 mendatang.
Ketua DPRD Kabupaten Lahat, Fitrizal Homizi, S.T., M.M., dalam sambutannya menegaskan komitmen penuh lembaganya dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi tersebut. Ia menilai, data yang dihasilkan dari sensus memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah ke depan.
“DPRD Kabupaten Lahat siap mendukung penuh kegiatan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh BPS Kabupaten Lahat,” tegasnya di hadapan peserta reses.
Reses sendiri merupakan masa di mana anggota DPRD turun langsung ke daerah pemilihan masing-masing guna menjaring aspirasi masyarakat. Dalam konteks ini, kegiatan reses tidak hanya menjadi wadah komunikasi dua arah antara wakil rakyat dan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk menyampaikan program-program pemerintah yang membutuhkan dukungan publik, seperti Sensus Ekonomi 2026.
Dalam pemaparannya, Kepala BPS Kabupaten Lahat menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan program nasional yang bertujuan menyediakan data dasar seluruh aktivitas ekonomi secara komprehensif. Data tersebut akan menjadi pijakan utama dalam penyusunan kebijakan ekonomi, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Data hasil SE2026 sangat penting untuk mendukung perencanaan dan pengambilan keputusan strategis. Selain itu, sensus ini juga dapat memotret tren perekonomian terkini serta membantu pelaku usaha dalam mengidentifikasi peluang dan tantangan bisnis,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pelaksanaan sensus sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, khususnya para pelaku usaha. Menurutnya, setiap informasi yang diberikan akan menjadi kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan ekonomi yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Dedi Fahlevi menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 juga menjadi instrumen penting dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan daya saing usaha di daerah. Dengan data yang akurat dan mutakhir, pemerintah dapat merancang program yang lebih tepat sasaran serta mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Kegiatan reses ini juga dihadiri oleh Camat Lahat, Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Lahat, Kepala Bagian Perekonomian Setda Lahat, para lurah, kepala desa, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan adanya komitmen bersama dalam mendukung pembangunan berbasis data.
Melalui forum tersebut, BPS Kabupaten Lahat juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
Selain itu, kegiatan ini juga membuka ruang diskusi terkait berbagai isu ekonomi lokal yang dihadapi masyarakat. Aspirasi yang dihimpun selama reses diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan daerah ke depan.
Dengan semakin kuatnya dukungan dari DPRD Kabupaten Lahat, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat berjalan optimal. Data yang dihasilkan nantinya tidak hanya menjadi dokumen statistik, tetapi juga menjadi dasar penting dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Sinergi antara BPS dan DPRD ini menjadi bukti bahwa pembangunan berbasis data bukan sekadar konsep, melainkan langkah konkret menuju tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan akuntabel di Kabupaten Lahat. (*)
