CAHAYASERELO.COM, Lahat - SMA Negeri 1 Jarai resmi melantik kepengurusan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) periode baru setelah menyelesaikan rangkaian proses suksesi kepemimpinan siswa.
Tahapan tersebut dimulai dari pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS secara demokratis hingga pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) untuk membekali pengurus dengan keterampilan berorganisasi.
Rangkaian pemilihan OSIS diawali dengan proses pendaftaran dan kampanye yang diikuti oleh lima pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIS.
Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran demokrasi di lingkungan sekolah sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal proses pemilihan pemimpin secara langsung.
Puncak pemungutan suara dilaksanakan pada 9 September dengan melibatkan seluruh warga sekolah.
Dari proses tersebut, pasangan Geo Faris Afriansyah dan Syakira Almagh Azizah, siswa kelas XI, terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMAN 1 Jarai yang baru.
Pasangan terpilih bersama jajaran pengurus lainnya kemudian resmi dilantik pada 14 September.
Pelantikan ini menandai dimulainya tanggung jawab baru bagi para siswa terpilih untuk menjalankan organisasi, menampung aspirasi rekan-rekan mereka, serta menyusun program kerja yang bermanfaat bagi lingkungan sekolah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMAN 1 Jarai, Kasino, S.Pd., menyampaikan bahwa pemilihan OSIS dirancang tidak hanya untuk menentukan pemimpin organisasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi politik dan pembelajaran demokrasi sejak dini.
Menurutnya, lingkungan sekolah merupakan ruang awal bagi siswa untuk belajar bermasyarakat, menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, dan menerima hasil keputusan bersama.
“Kegiatan ini merupakan latihan berdemokrasi dan latihan bermasyarakat yang kita mulai dari lingkungan sekolah sebagai lingkup awal bagi siswa-siswi kita.
Bagi lima pasangan calon yang berkompetisi, momentum ini menjadi wadah latihan debat, menyampaikan aspirasi, mengasah kemampuan public speaking, serta menyerap berbagai pelajaran berharga lainnya bagi seluruh warga sekolah,” ujar Kasino.
Setelah resmi dilantik, para pengurus OSIS melanjutkan proses pembinaan melalui kegiatan LDK yang berlangsung selama empat hari tiga malam, mulai 25 hingga 28 September.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Agrowisata Sindang Panjang, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat.
Sebanyak 51 siswa mengikuti kegiatan ini. Peserta terdiri dari pengurus OSIS baru kelas X dan XI, dengan pendampingan panitia pelaksana dari siswa kelas XII.
Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan, kedisiplinan, komunikasi, serta kerja sama antarpengurus.
Pembina OSIS SMAN 1 Jarai, Lidia Biwinah, M.Pd., bersama Lis Indiyani, S.Pd., turut mendampingi jalannya kegiatan pembekalan tersebut.
Kehadiran para pembina diharapkan dapat membantu peserta mengikuti setiap materi dan kegiatan dengan baik.
Untuk meningkatkan kualitas pembinaan, pihak sekolah menghadirkan pemateri dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka dan unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Materi yang diberikan mencakup teknik berbicara di depan umum atau public speaking, Latihan Peraturan Baris-Berbaris (LPBB/LTBB), serta manajemen kepemimpinan siswa.
Materi public speaking diharapkan dapat membantu pengurus OSIS menyampaikan gagasan dan berkomunikasi secara efektif.
Sementara itu, latihan baris-berbaris menjadi bagian dari pembinaan kedisiplinan dan kekompakan.
Adapun materi manajemen kepemimpinan memberikan bekal bagi siswa dalam mengelola organisasi serta menjalankan tanggung jawab sesuai tugas masing-masing.
Melalui rangkaian pemilihan yang demokratis, pelantikan, hingga pembekalan LDK, SMAN 1 Jarai berupaya membentuk pengurus OSIS yang tidak hanya aktif dalam kegiatan sekolah, tetapi juga memiliki karakter, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama.
Kepengurusan baru tersebut diharapkan mampu menjalankan roda organisasi secara solid, menampung aspirasi siswa, serta menghadirkan program-program kerja yang positif dan bermanfaat bagi seluruh warga sekolah.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, OSIS diharapkan menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri sekaligus belajar menjadi pemimpin yang bertanggung jawab. (rls)
