CAHAYASERELO.COM, Lahat – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital, pemahaman tentang hukum menjadi bekal penting bagi generasi muda.
Untuk meningkatkan kesadaran hukum dan kecakapan digital pelajar, Fakultas Hukum (FH) Universitas PGRI Palembang menggelar sosialisasi bertema Penguatan Literasi Hukum Berbasis Digital dan Manajemen Organisasi bagi peserta didik SMA Negeri 1 Lahat, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan membekali para siswa dengan pemahaman mengenai penggunaan media digital secara bijak, sekaligus meningkatkan pengetahuan tentang tata kelola organisasi yang efektif di lingkungan sekolah.
Materi yang disampaikan diharapkan dapat membantu para pelajar memahami pentingnya etika dalam berkomunikasi di ruang digital serta mengenali konsekuensi hukum dari aktivitas di internet.
Selain itu, pembekalan manajemen organisasi menjadi bagian penting untuk mendukung keterlibatan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan kepengurusan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
Kepala SMAN 1 Lahat, Nurul Hayati, S.Pd., M.Pd., menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran tim akademisi dari Fakultas Hukum Universitas PGRI Palembang.
Menurutnya, edukasi literasi hukum digital sangat relevan dengan kehidupan pelajar saat ini, terutama ketika teknologi dan media sosial telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
Ia menilai, para siswa perlu memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus memahami batasan etika dan aturan hukum yang berlaku.
Dengan demikian, mereka dapat lebih berhati-hati dalam menerima, membuat, maupun menyebarkan informasi di dunia maya.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan keilmuan yang dibagikan oleh Fakultas Hukum Universitas PGRI Palembang. Literasi hukum digital ini penting agar anak-anak kami tidak hanya cerdas memanfaatkan teknologi, tetapi juga paham batasan etika dan aturan hukum yang berlaku.
Ditambah lagi, pembekalan manajemen organisasi akan sangat membantu mereka dalam mengelola kegiatan ekstrakurikuler dan OSIS secara profesional,” ujar Nurul Hayati.
Selain literasi hukum digital, materi manajemen organisasi juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.
Kemampuan mengelola organisasi dinilai penting untuk membantu siswa mengembangkan rasa tanggung jawab, meningkatkan koordinasi, serta membangun keterampilan kepemimpinan.
Melalui pemahaman manajemen organisasi, para siswa diharapkan mampu merencanakan kegiatan, bekerja sama dalam tim, dan menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.
Keterampilan tersebut dapat diterapkan dalam kepengurusan OSIS maupun berbagai kegiatan sekolah lainnya.
Antusiasme juga terlihat dari para peserta didik yang mengikuti sosialisasi. Mereka mengaku memperoleh wawasan baru yang bermanfaat dan relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital.
Salah satu perwakilan siswa menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pemahaman lebih baik mengenai penggunaan media sosial secara aman serta pentingnya menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
“Acaranya seru dan membuka wawasan banget. Kami jadi lebih paham cara bersosial media yang aman dan tidak melanggar hukum, seperti bahaya penyebaran hoaks atau UU ITE.
Pembekalan manajemen organisasinya juga bikin kami lebih percaya diri untuk mengurus OSIS dan kegiatan sekolah ke depannya,” ungkapnya.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penguatan wawasan hukum serta pengembangan keterampilan organisasi di kalangan pelajar.
Melalui kegiatan edukatif seperti ini, siswa memperoleh kesempatan untuk memahami persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa mendatang.
SMAN 1 Lahat berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter peserta didik.
Para siswa diharapkan mampu menjadi generasi yang cerdas dalam memanfaatkan teknologi, memahami pentingnya menaati aturan hukum, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.
Dengan penguatan literasi hukum berbasis digital dan manajemen organisasi, sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah diharapkan terus berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang bertanggung jawab, berintegritas, dan siap menghadapi perkembangan zaman. (rls).
