Kisruh KONI Lahat Berimbas pada Atlet, 10 Cabor Terancam Batal Ikut Porprov


CAHAYASERELO.COM, Lahat
– Kisruh di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lahat dan ketidakharmonisan hubungan dengan sejumlah Cabang Olahraga (Cabor) memicu dampak serius. Sejumlah atlet terancam tidak bisa berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang, sebuah situasi yang dinilai sangat merugikan bagi kontingen Lahat.

Ketua Cabor Tinju Lahat, Imam Roestandi, S.H., mengecam keras kebijakan yang diambil oleh KONI Lahat. Menurutnya, Cabor Tinju sudah mengajukan nama-nama atlet untuk "Entry by name" ke KONI. Namun, mereka tidak diikutkan dengan alasan batas waktu pendaftaran sudah habis, padahal menurut Imam, ada perpanjangan waktu pendaftaran.

"Kami sudah Entry by name ke KONI, tetapi kami tidak diikutkan pada Porprov dengan alasan masa Entry by name telah habis, padahal waktu Entry by name diperpanjang," kecam Imam saat menyampaikan kepada wartawan di salah satu cafe di Kota Lahat, Jumat 22 Agustus 2025.

Cabor Penyumbang Medali Emas Terancam Batal Tampil

Kecaman ini bukan tanpa alasan. Cabor Tinju merupakan salah satu penyumbang medali emas terbanyak pada Porprov sebelumnya di Lahat, dengan perolehan 9 emas, 3 perak, dan 1 perunggu.

"Pada saat Porprov Lahat kemarin, Cabor tinju penyumbang medali emas terbanyak. Ini kerugian bagi kontingen Lahat, atlet, dan Kabupaten Lahat," tegas Imam.

Hal serupa juga dialami oleh setidaknya 10 Cabor lain yang dipastikan tidak bisa ikut serta dalam Porprov melalui KONI Lahat. Cabor-cabor tersebut meliputi Pencak Silat, Panjat Tebing, Menembak, Angkat Besi, Karate, Senam, Tenis Meja, Pesti, dan Pelti.

PSSI Kecewa, Pengurus Cabor Diusir dari Lapangan

Joni Baiputra, Bidang Humas PSSI Lahat, menyampaikan kekecewaan mendalam atas minimnya komunikasi antara PSSI dan KONI Lahat. Pengurus PSSI tidak pernah dilibatkan dalam seleksi atlet Cabor Sepak Bola untuk Porprov. Sebaliknya, KONI mengambil alih sepenuhnya proses penjaringan atlet dan segala keperluannya.

"Kami tidak pernah dilibatkan dalam seleksi atlet. Mereka (KONI) membuat kerangka tim sendiri untuk skuat kesebelasan sepak bola, menunjuk pelatih sendiri. Dan yang lebih menyakitkan, pengurus PSSI pernah diusir dari tengah lapangan saat menyaksikan seleksi pemain, padahal kami mencetak sejarah dengan memperoleh medali emas untuk pertama kalinya," ujar Joni.

Kekecewaan juga disampaikan oleh pengurus Cabor Pencak Silat, Bram, yang merasakan nasib serupa dengan Cabor lainnya. "Kami di sini kecewa dengan pengurus KONI Lahat dan dengan kumpulnya kami di sini sebagai bentuk kekecewaan kami terhadap pengurus KONI Lahat," tegas Bram.

Lebih lanjut, terungkap bahwa kepengurusan resmi Cabor Akuatik dan Bulutangkis juga diminta mundur oleh KONI Lahat, yang kemudian menunjuk sendiri kepengurusan baru untuk Porprov mendatang di Kabupaten Musi Banyuasin.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Sekretaris KONI Lahat melalui pesan WhatsApp belum membuahkan hasil, karena nomor ponselnya tidak dapat dihubungi. (*)